Kegalauan Wanita Menjelang Pernikahan

Galau menjelang pernikahan – Puji syukur beberapa waktu yang lalu seorang sahabat yang sudah menggunakan sarana aura PDKT bulan kemarin sudah melangsungkan pernikahan. Ya mengingat tahun ini dalam kalender jawa termasuk Tahun duda.

Tahun yang sangat tidak cocok untuk melangsungkan pernikahan, karena banyak keyakinan bahwa jika melakukan pernikahan di tahun duda maka hubungan pernikahan tak akan bertahan lama.

Sebelum melakukan prosesi pernikahan ia sempat curhat seputar kegalauan yang datang menjelang pernikahannya hingga akhirnya saya bisa meyakinkan ia untuk bisa menjalani prosesi pernikahan dengan baik.

Sebelumnya saya ucapkan untuk sahabat saya ini, Selamat Menempuh Hidup Baru! Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warohmah dan semoga cepat mendapatkan momongan.

Nah dari perbincangan saya dengan seorang sahabat ini ada beberapa kesimpulan yang bisa saya share ke pada sahabat semua mengenai kegalauan wanita menjelang pernikahan.

1. Galau berkorban karena akan menjadi seorang istri

Sebelum seorang wanita memutuskan untuk menerima lamarannya, seorang wanita pasti sudah mempertimbangkan banyak hal.

Anda bisa saja sudah mengorbankan impian atau hal lain yang mana tentu saja bisa saja sekali waktu memunculkan kegalauan di hati anda.

Bila anda mengalami hal demikian ingat kembali tujuan anda menikah, anda melakukannya untuk tujuan yang baik, yaitu membangun keluarga bersama dengan orang yang anda cintai.

2. Galau bila nanti tidak dapat menjadi istri yang baik

Kekhawatiran ini wajar terjadi disaat seperti itu karena wanita akan menjalani kehidupan baru bersama pria yang sudah mempersuntingnya.

Anda perlu beradaptasi dengan kehidupan yang baru, karena anda bersama orang yang mencintai anda, maka anda tidak perlu khawatir selama anda terus berusaha menjadi istri yang baik, anda pasti bisa menjalinya dengan baik.

Anda juga bisa belajar dari orang tua anda atau teman-teman anda yang sudah lebih dahulu membangun rumah tangga.

Biasanya akan mendapatkan banyak pemahaman dan wawasan baru yang berguna bagi anda.

3. Galau Tidak Bisa Jadi Menantu yang Baik dan Malah Membebani

Ada kekhawatiran bila ia malah akan membebani keluarga pasangan lantaran secara adat keluarga ia terpish karena ia akan membangun keluarga baru.

Ada juga beberapa sahabat yang memiliki calon suami nya adalah suka membantu untuk urusan keluarganya, kurang lebih turut membantu menjadi tulang punggung keluarganya. Dan menjadi khawatir.

Namun bukankah ketika calon suami anda memutuskan untuk menikah ia juga sudah mempertimbangkan banyak hal pula.

Ada juga yang merasa khawatir nanti salah bersikap ketika dirumah mertua, atau ada hal yang tidak mertua sukai dari dia.

Setelah menikah anda bisa berbicara pada suami dengan lebih terbuka untuk membicarakan banyak hal. Misalnya kulik yang menjadi kebiasaan keluarganya dan lain sebagainya.

4. Galau karena terpisah dari keluarga orang tua dan saudara kandung

Tentu kehidupan anda akan berubah namun bukan berarti anda kehilangan tempat dihati mereka. Anda tidak memutus tali silaturahim dengan keluarga anda.

Dengan menikah itu artinya baik anda maupun suami anda berarti menambah anggota keluarga. Ajak suami anda untuk menjadi saudara yang baik bagi saudaramu, jangan sebaliknya malah menjadi pemantik api diantara anda dan keluarga anda.

5. Galau tidak bisa menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak

Wanita akan merasa sempurna ketika sudah melahirkan anak, namun menjadi seorang Ibu bukanlah perkara yang mudah.

Anak anda akan bejar banyak dari anda. Kualitas anak-anak anda akan mengikuti kualitas anda sebagai seorang ibu.

Namun anda tidak perlu khawatri meskipun bukan hal yang mudah anda akan bisa menjadi  Ibu yang berhasil bilamana anda membesarkan anak anda dengan cinta dan kasih sayang.

Seiring berjalannya waktu anda bisa belajar parenting untuk menambah wawasan anda. 

6.  Merasa bimbang pada dirinya,

Mucul kebimbangan dalam hati anda, apakah ia adalah orang yang terbaik yang bisa menjadi suami anda. Anda mulai mempertanyakan intuisi anda …

Apakah ia akan pengertian sama seperti ketika pacaran, apakah ia akan sama perhatiannya ketika pacaran?  hati-hati ya keraguan-keraguan dalam hati bisa memicu perasaan negatif yang lain.

7. Galau Masalah Ekonomi Kedepanya

Apakah setelah menikah rezeki akan lebih lancar atau malah sebaliknya. Apakah nanti kehidupan rumah tangga nya akan bisa berjalan dengan baik, akankah kuat menjalani ketika ada masalah melanda. Jika anda sampai pada perasaan ini … anda sudah berpikir telalu jauh… anda tak perlu khawatir selama anda berusaha dengan baik Tuhan selalu memberikan jalan terbaik bagi anda.  

Nah itulah kegalauan wanita menjelang pernikahan, hal diatas kadang muncul secara tiba-tiba dan tidak disadari.

Jika anda memiliki kegalauan lain, anda bisa tulis di komentar dibawah agar bisa bermanfaat untuk orang lain.

Wassalamualikum dan salam bahagia!

 607 total views,  6 views today